Rabu, 10 Juni 2020

Menjaga Kapasitas Petani dalam Masa Pandemi Covid-19


Peningkatan Kapasitas Petani Dalam Menjaga Keberlansungan Hidup Di Masa Pandemi Covid-19
Oleh : Myrra Cintana Leodiar (B52219049)
Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi
Uin Sunan Ampel Surabaya

Indonesia merupakan negara agraris, yang mana sebahagian besar mata pencarian masyarakatnya adalah bertani karena itu, pertanian adalah salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Negara Indonesia adalah negara pertanian, yang mana pertanian memiliki peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Sayangnya bisnis pertanian yang seharusnya dapat menunjang perekonomian malah tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian, karena kurang antusias serta perhatian pemerintah terhadap penunjangan sektor pertanian. Yang mana seharusnya kita bisa memenuhi segala kebutuhan pokok dengan mandiri akan tetapi, kita masih membutuhkan bahan makan pokok dari negara lain. Seharusnya, pembangunan sektor pertanian haruslah mendapat perhatian yang lebih bahkan sangat perlu menjadi fokus dari pemerintah. Dengan hal ini,  berharap indonesia dapat menjadi negara maju, meskipun berbasis pertanian. Sehingga , nantinya Indonesia dapat menjadi produsen untuk bahan pangan negara tetangga.
Berada pada keadaan sekarang ini, dimana seluruh dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19, hal ini tidak hanya berdapak pada kesehatan saja akan tetapi, juga berdampak besar terhadap sosial ekonomi masyarakat. Pada masa sekarang ini produk-produk pertanian laku keras, disaat orang-orang berebut membeli kebutuhan pangan, dan sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang paling bertahan dari berbagai gejolak dan krisis. Dengan hadirnya pandemi  ini, menginfeksi ribuan manusia bahkan, ikut menginfeksi sektor pertanian nasional.
Bapak presiden Joko Widodo memberikan arahan bahwasanya adanya pandemi ini menjadi momentum reformasi sektor pertanian. Indonesia dituntut untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka langkah awalnya yaitu meningkatkan produksi nasional berbasis pertanian pertanian rakyat serta keberpihakan terhadap petani kecil. Untu mewujudkannya pemerintah mengalokasi anggaran untuk penunjangan hasil pertanian berupa bantuan benih dan bibit, program padat karya, stabilisasi dan stok harga pangan, serta distribusi dan distribusi pangan.. realokasi anggaran inipun menjadi modal bagi pemerintah untuk mendongkrak produktivitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Keberpihakan terhadap petani kecilpun harus ditujungkkan dengan optimallisasi peran penyulur  dan berkepanjangan. Adanya pandemi Covid-19 ini, tidak menghalang penyuluh untuk memberikan arahannya dalam mendapingi petani dalam menunjang hasil pertanian. Pemerintah daerahpun memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan lahan, serta pengoptimalan lahan kering dan rawa, serta mencegah adanya alih fungsi lahan pertanian. Dengan demikian, pengoptimalan kapsitas petanupun dapat terjaga. Petani-petani dapat berkerja dengan optimal, serta dapat memenuhi segala kebutuhan nasional. Dengan demikian krisis pangan yang dikhawatirkan akibat pandemi inipun dapat teratasi dengan baik. Dan berpatokan terhadap adanya lahan pertanian yang sebahagian besar terdapat di desa dapat menambah nilai produsi pada masa pandemic ini, dikarenakan tidak adanya interasi yang signifikan antar masyarakat, dan jarangnya masyarakat yang keluar masuk desa. Sehingga, kemungkinan terpaparnya masyakat desa terhadap virus ini pun bisa dibilang tidak ada. Dan dapan menjadikan peluang ang besar terhadap petani dalam memproduksi segala bahan pangan. (myrra cintana leodiar,mahsiswa UINSA '19)

Menjaga Kapasitas Petani dalam Masa Pandemi Covid-19

Peningkatan Kapasitas Petani Dalam Menjaga Keberlansungan Hidup Di Masa Pandemi Covid-19 Oleh : Myrra Cintana Leodiar (B52219049) Maha...