Peningkatan
Kapasitas Petani Dalam Menjaga Keberlansungan Hidup Di Masa Pandemi Covid-19
Oleh
: Myrra Cintana Leodiar (B52219049)
Mahasiswa
Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah Dan Komunikasi
Uin
Sunan Ampel Surabaya
Indonesia
merupakan negara agraris, yang mana sebahagian besar mata pencarian
masyarakatnya adalah bertani karena itu, pertanian adalah salah satu sektor
yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Negara Indonesia adalah negara
pertanian, yang mana pertanian memiliki peranan penting dari keseluruhan
perekonomian nasional. Sayangnya bisnis pertanian yang seharusnya dapat
menunjang perekonomian malah tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian,
karena kurang antusias serta perhatian pemerintah terhadap penunjangan sektor
pertanian. Yang mana seharusnya kita bisa memenuhi segala kebutuhan pokok
dengan mandiri akan tetapi, kita masih membutuhkan bahan makan pokok dari
negara lain. Seharusnya, pembangunan sektor pertanian haruslah mendapat
perhatian yang lebih bahkan sangat perlu menjadi fokus dari pemerintah. Dengan
hal ini, berharap indonesia dapat
menjadi negara maju, meskipun berbasis pertanian. Sehingga , nantinya Indonesia
dapat menjadi produsen untuk bahan pangan negara tetangga.
Berada
pada keadaan sekarang ini, dimana seluruh dunia sedang menghadapi pandemi
Covid-19, hal ini tidak hanya berdapak pada kesehatan saja akan tetapi, juga
berdampak besar terhadap sosial ekonomi masyarakat. Pada masa sekarang ini
produk-produk pertanian laku keras, disaat orang-orang berebut membeli
kebutuhan pangan, dan sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang
paling bertahan dari berbagai gejolak dan krisis. Dengan hadirnya pandemi ini, menginfeksi ribuan manusia bahkan, ikut
menginfeksi sektor pertanian nasional.
Bapak
presiden Joko Widodo memberikan arahan bahwasanya adanya pandemi ini menjadi
momentum reformasi sektor pertanian. Indonesia dituntut untuk bisa memenuhi
kebutuhan dalam negeri, maka langkah awalnya yaitu meningkatkan produksi
nasional berbasis pertanian pertanian rakyat serta keberpihakan terhadap petani
kecil. Untu mewujudkannya pemerintah mengalokasi anggaran untuk penunjangan
hasil pertanian berupa bantuan benih dan bibit, program padat karya,
stabilisasi dan stok harga pangan, serta distribusi dan distribusi pangan..
realokasi anggaran inipun menjadi modal bagi pemerintah untuk mendongkrak
produktivitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Keberpihakan
terhadap petani kecilpun harus ditujungkkan dengan optimallisasi peran
penyulur dan berkepanjangan. Adanya
pandemi Covid-19 ini, tidak menghalang penyuluh untuk memberikan arahannya
dalam mendapingi petani dalam menunjang hasil pertanian. Pemerintah daerahpun
memiliki peran penting dalam mendorong pemanfaatan lahan, serta pengoptimalan
lahan kering dan rawa, serta mencegah adanya alih fungsi lahan pertanian.
Dengan demikian, pengoptimalan kapsitas petanupun dapat terjaga. Petani-petani
dapat berkerja dengan optimal, serta dapat memenuhi segala kebutuhan nasional.
Dengan demikian krisis pangan yang dikhawatirkan akibat pandemi inipun dapat
teratasi dengan baik. Dan berpatokan terhadap adanya lahan pertanian yang
sebahagian besar terdapat di desa dapat menambah nilai produsi pada masa
pandemic ini, dikarenakan tidak adanya interasi yang signifikan antar
masyarakat, dan jarangnya masyarakat yang keluar masuk desa. Sehingga,
kemungkinan terpaparnya masyakat desa terhadap virus ini pun bisa dibilang tidak
ada. Dan dapan menjadikan peluang ang besar terhadap petani dalam memproduksi
segala bahan pangan. (myrra cintana leodiar,mahsiswa UINSA '19)